Mesjid Pulo
Kambing atau sekarang biasa disebut dengan mesjid Nuril Huda. Mesjid tersebut
terletak di Gampong Pulo Kameng, Kecamatan Kluet Utara Kab. Aceh Selatan.
Mesjid ini mulanya dibangun di Kluet Selatan diseberang sungai kluet pada masa
keujrun Teuku Imam Syah 1282 H/1864 M. Dikarenakan sering terjadinya erosi air sungai maka pada tahun 1329 H/1910 M
mesjid di bangun kembali di Gampong Pulo Kameng dengan tidak merubah bentuk
Aslinya. Pembangunannya dilakukan pada masa pemerintahan Kejreun Teuku Raja
Mukmin.
Pembangunan
mesjid dilaksanakan secara bergotong royong sehingga melibatkan beberapa
keuchik dan tokoh masyarakat antara lain : Keuchik Imam Gampong Krueng Kluet dan Imam Ruak dan
Keuchik Gampong Tiga Nyak Ushin, Keuchik Qamar, Keuchik Mahmud Krueng Batu
sebagai tukangnya, Keuchik Ricah Ibnu Teungku Karimukmin dan Gampong Ruak, dan
Zulkarim dari Kampung Paya.
Pembangunan
mesjid ini tersendat-sendat akibat terjadinya serangan kolonial Belanda di
kawasan Kluet Utara. Pada tahun 1351 H/1932 M dibawah kepemimpinan Meurah Adam
di Kluet Utara yang dibantu oleh rekan-rekannya yaitu Imam Mesjid Teuku Ali
Basyah, Imam Teuku Haji Susoh, Haji Raja Tawar dari Gampong Peuruah, dan
Keuchik Mamat dan tokoh-tokoh lainnya meneruskan pembangunan mesjid ini sebagaimana
yang disaksikan sekarang ini.

No comments:
Post a Comment